Minggu, 15 Januari 2012

KESEPIAN...........................
  
Saat malam mulai larut
Suasanapun semakin senyap
Aku terbujur dalam kekakuan
Karena hati terpasung dalam kesepian
Kesedihan dengan kesendirian
Seakan menggugurkan sejuta harapan
Sepinya malam berlalu sudah
Pagi datang mengawali hari baru
Aku terbangun dari panjangnya malam
Perlahan aku bergerak,
Berdiri dan kubuka jendela
Tersiratlah cahaya mentari pagi
Menyinari……
Menghempaskan semua khayalan kepahitan

Memang, Aku harus tetap tegar berdiri
Songsong hari yang baru
Sambut dengan sesuatu yang indah
Wujudkan misteri cita dan cinta
Puisi Kegalauan Hati

Merasakan hembusan angin
Semilir terasa di kulit ini
Hanya rumput yang bergoyang
Yang bisa ku pandang

Serasa hidup ini hampa
Tanpa teman yang mesra
Semua hanya hiasan belaka
Yang harus berada dianggan\"

Apakah hanya harta dan kecantikan?
Yang bisa mencukupinya
Kehilangan cinta dan sayang
Hidup tersa semakin bimbang

Mengingat hal yang telah menghilang
Terasa hidup tak ada pegangan
Hanya kesendirian yang mencekam
Sehingga mendorong diri ini untuk meng-HILANG
Rindu membebaskan aku dari sunyi.
Kaukah mengubah waktu menjadi lonceng yang mengingatkan aku akan datangnya pagi.
Seperti gemetar tanganmu di dada,
mengganti dawai yang hilang dengan nada yang dinyanyikan tetes embun.
Begitu jernih bisik mu menyapa.
Rindu membebaskan aku dari temaram.
Relung langit tak mampu menampung kegelisahanku.
Karenanya senja sebentar saja.
Di balik bintangbintang, kaukah yang mengarahkan kompas hatiku?
Sehingga kutemukan guguran daundaun yang kautitipkan pada angin.
Rindu membebaskan aku dari kelam.
Kerling matamukah sinar biru di rasi Orion.
Kaukah menggenggam rembulan di bingkai jendela
. Membulatkan keheningan menjadi sekeping cahaya,
yang mengubah lapang malam menjadi taman.
yang menuntunku  ke sudut kenangan.
Rindu membebaskan aku dari dingin.
Secangkir kopi panas masih menguap di beranda.
Mengalir tanpa henti ke setiap nadi.
Hangatkan jiwaku.
ngkin kautitipkan belaianmu pada angin.
Gemuruh nafasmu menelusuri rambutku,
menembus hingga ke lubuk mimpiku